Jumat, 20 Februari 2015

Benarkah Surga Ada di Bawah Telapak Kaki Ibu ?



Benarkah Surga Ada di Bawah Telapak Kaki Ibu ? Salam sahabat , cerita saya ini membingungkan sekali, dan mohon solusi ke teman semua.
jingga
Saya tidak menegur ibu saya karena dia selalu menzolimi  dan memfitnah saya. Banyak peristiwa coba saya uraikan  satu persatu
1. Dulu ibu  sering memukul dan membedakan saya dengan anak anaknya yang lain
2. Saya di bilang nggak bisa jadi orang, sampai  sekolah dan kuliah  bekerja sendiri  sampai berhasil. Justru dengan perjalanan  itu saya sering di hina, kendaraan saya pakai , yang boleh pakai hanya adik dan kakak kakak.
3. Saat kakak saya hamil di luar nikah, terus dinikahkan dengan mantan abang ipar saya. Seiring berjalannya waktu  kakak saya di suruh bercerai dengan suaminya.
4. Diwaktu menjanda kakak  selingkuh dengan suami orang dan ibu  menyarankannya dengan tujuan uang  pemberian laki laki itu… terus hamil lah kakak saya di luar nikah lagi, lalu ibu memaksanya menggugurkan janinnya yang berumur 3 bulan di kamar mandi, terus kakak pendarahan, saya bawa kakak ke rumah sakit, dan  sumbangkan darah  buatnya, ibu tidak mau memperdulikan kakak waktu itu, sampai semua urusan rumah sakit  saya yang urus, waktu itu umur saya masih 16 tahun
5. Saya menikahi wanita yang  hamil karena hubungan bebasnya dengan mantan pacarnya, waktu itu saya bohongi orang tua  dengan mengaku bahwa itu perbuatan saya, dengan niat ingin memperlihatkan perbuatan baik pada ibu, malah  setelah pernikahan berjalan, ibu membuat kami bercerai.
6. Saya di fitnah ibu karena membela abang ,  Saat berkas kerjaan saya di kantor di mainkan abang  dan di coret coret lalu di gunakan untuk contoh undangan pernikahannya, saya marah waktu itu  tapi malah balik di fitnah ibu  dengan alasan saya bikin ulah dan ribut, padahal  saat itu bukti di depan mata ibu dan di lihat oleh orang ramai bahwa abang saya yang salah, malah saya yang di salahkan ibu , dan di usir  dari rumah,,
7 Saat saya merantau dan nggak pulang  beberapa tahun, ibu mengemis,  meminta maaf ke saya  tapi tak saya maafkan.
8. Waktu ayah sakit keras, saya pulang ke rumah dan mendapati ayah  di telantarkan  dan tidak diurus sampai meninggal dan  di malamkan  sehari di rumah, namun tidak ada satupun anaknya yang menjaga jenazah ayah di ruang tamu, yang  menjaga  hanya saya, bibi dan paman,  tidak tidur sampai pemakaman.
9 Seperginya ayah, datang berita, rumah mau di sita bank dan negara karena pajak hutang almarhum ayah, kedengaran ke telinga saya karena ibu ribut dengan saudara  mau jual rumah, saya datang bertanya kenapa, di ceritakanlah masalahnya, Alhamdulillah saya urus semua , sampai kembali lagi aset dan malahan aset keluarga bertambah banyak .
10. Belum sampai 40 hari peninggalan ayah, ibu memaksa saya untuk pindah  ke rumah baru hasil dari pengurusan pengembalian aset keluarga yang malah lebih baik lagi
11. Terakhir ini ibu memberikan kebebasan ke adek bungsu hingga melakukan pergaulan bebas dengan menjual  diri ke beberapa pria.
12. Saya tangkap salah satu pria yang telah merusak adek, eh malah ibu  melepas tersangka dengan meminta uang ganti rugi .
13. Saya marah dan  tegur ibu, tapi malah ibu memberikan adek leluasa kembali tuk bergaul terlalu bebas, saya tegur temen pria adek, ibu nggak terima malah memukul saya, padahal saya bukan anak kecil lagi seenaknya ibu tertindak tidak wajar , saya marah dan pukul temen pria adek , ibu dan adek malah membela mereka terus  dan memukul saya,,
14 . Ibu dan adek melapor ke polisi minta tanggkap saya karena sudah bikin onar, dan telah memukul adek dan ibu ( fitnah ibu dan adek ) yang saya pukul temen deket adek kok malah mereka bilang ke polisi saya yang memukul ,  waktu itu semua tetangga dan warga membela saya dan memarahi ibu, tapi malah ibu marahi semua warga untuk jangan membela tindakan saya.
15. Saya mau menikah kembali,  ibu melarang dan meminta RT untuk tak memberikan saya surat ijin nikah ( Rt alamat rumah yang lama )
16. Ibu mencoba menghasut semua saudara agar saya bisa pergi lagi dari rumah itu, justru semua warga membela saya dan tidak mengijinkan tuk  tinggalkan rumah itu..
17. Sekali saya usut semuanya, ternyata ibu dan saudara  mau menyingkirkan saya karena mereka mau bagi harta warisan ayah,  karena saya tidak mengijinkan mereka menjual harta ujung ujungnya saya di fitnah kembali mau menguasai harta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar